4
1 share, 4 points

Virus corona kini telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Berdasarkan data Johns Hopkins University & Medicine, kasus infeksi Covid-19 telah terdeteksi di 188 negara pada 28 Mei 2020. Perjuangan ratusan negara dalam mengatasi pandemi ini masih terus berlangsung seiring dengan belum ditemukannya vaksin maupun obat-obatan untuk melawan virus tersebut. 

Namun, sejauh ini terdapat beberapa negara yang tengah menjadi sorotan dunia karena keberhasilannya dalam mengendalikan persebaran virus corona, salah satunya adalah Taiwan. Meskipun letak negaranya sangat dekat dengan Tiongkok, namun tindakan pencegahan yang dilakukan oleh negara dengan jumlah penduduk 23,78 juta jiwa ini dinilai paling baik.  

Dikutip dari worldometer, hingga Kamis (28/5/2020) tercatat hanya sebanyak 441 kasus infeksi virus corona dengan 420 pasien sembuh dan 7 kematian akibat Covid-19 di Taiwan. Angka tersebut sangat jauh apabila dikomparasi dengan negara-negara lain. Keberhasilan Taiwan dalam mengendalikan pandemi ini tidak lepas dari sosok Cheng Chien-jen, Mantan Wakil Presiden Taiwan yang juga seorang ahli epidemiologi. Sebagai pemimpin yang merangkap akademisi, beliau berperan penting dalam pengendalian virus corona di Taiwan. Lantas, bagaimana sikap Chen Chien-jen dalam menghadapi pandemi?

Di tengah kondisi krisis, sikap kepemimpinan merupakan faktor yang sangat krusial dalam menavigasi berbagai langkah yang akan diambil. Seorang pemimpin yang efektif harus dapat mengambil suatu keputusan yang inovatif, adaptif, dan responsif namun dapat membawa perubahan pada situasi yang sedang dialami.

Chen sebagai seorang pemimpin yang berperan ganda, menggunakan otoritasnya untuk mengkritik Tiongkok yang pada mulanya tidak transparan mengenai virus corona. Menurut beliau, kini sains telah dibuat semakin politis. Membuat berbagai negara saling berperang argumen mengenai asal-usul virus corona, bukan menyelesaikannya(Detik.com, 2020).

“Bukti lebih penting daripada bermain politik,” ujar pria berusia 68 tahun itu dalam sebuah wawancara di Taipei, Taiwan, sebagaimana dikutip dari The New York Times (9/5/2020).

Berbeda dengan pemimpin negara lain, Chen menghabiskan sebagian besar karirnya untuk turun langsung mengatasi situasi seperti ini. Pengalamannya sebagai menteri kesehatan pada saat wabah SARS tahun 2003, mendorongnya menciptakan serangkaian inovasi untuk bersiap menghadapi keadaan yang serupa. Beliau mempersiapkan pulau, membangun bangsal isolasi dan laboratorium untuk penelitian virus(The New York  Times, 2020). Alhasil, inovasinya 17 tahun lalu tersebut berbuah manfaat pada kondisi sekarang.

Chen cenderung lebih memanfaatkan waktunya dengan efektif. Tidak ingin berdebat dengan negara lain mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pandemi corona, maupun diskusi dengan politikus mengenai kebijakan lockdown. Dalam menangani wabah, satu hal yang dipegang teguh olehnya: sajikan fakta, baru kebijakan.

Chen berharap Taiwan dapat memberikan kontribusi untuk memulihkan dunia internasional dari serangan virus corona dan bangkit khususnya dalam bidang ekonomi.

Hingga kini, beliau berupaya memberikan yang terbaik dengan mengawasi pengembangan vaksin dan alat-alat pendukung lain seperti rapid test kit.

Sebagai seorang lulusan Johns Hopkins University, gelar pakar epidemiologi yang diperolehnya membuat beliau tidak hanya sekedar mengatur strategi pengendalian virus corona. Pengetahuan mumpuni yang dimilikinya mendorong Chen untuk keluar dari balik tirai untuk berpartisipasi secara langsung ke garis depan penanganan krisis pandemi.

Pencapaian Taiwan yang berhasil mengontrol pandemi ini tidak lain karena kesigapan dari Chen Chien-jen dalam mengambil tindakan sejak kasus pertama infeksi terdeteksi di Taiwan pada 21 Januari. Beliau segera mengambil tindakan dengan menyiapkan berbagai protokol pencegahan, termasuk memproduksi masker, menyaring pendatang dari Tiongkok dan mengisolasi orang-orang yang bergejala(Kumparan,  2020).

Pada tanggal 20 Mei 2020, Chen Chien-jen telah mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Taiwan. Tak sampai disitu, beliau berencana untuk kembali ke dunia akademis untuk fokus melakukan penelitian mengenai virus corona.

Editor : Jefri Pranata | @jefripranata1


Like it? Share with your friends!

4
1 share, 4 points

What's Your Reaction?

Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
2
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format