Wednesday, December 2, 2020
Home Movies Netflix Let It Snow (2019): Drama Remaja Yang Kurang Bermakna

Netflix Let It Snow (2019): Drama Remaja Yang Kurang Bermakna

Hallo xtra-friends!  Mendekati bulan desember, film dengan genre Natal dan liburan akhir tahun akan semakin banyak bermunculan, kebanyakan film tersebut akan mengangkat cerita yang sederhana namun penuh makna.

Salah satu film terbaru dengan genre tersebut adalah Let It Snow, film ini sudah bisa kamu tonton di Netflix sejak 8 November 2019. Tapi jangan terlalu semangat dulu, karena bisa dibilang trailer film ini jauh lebih menarik ketimbang film itu sendiri.

Buat kamu yang penasaran sama film ini, tapi masih ragu mau nonton atau enggak, berikut review lengkapnya (no spoiler)

Alur Cerita Yang Membingungkan

(ew.com)

Secara singkat, ide cerita film ini mengisahkan sekelompok remaja yang ingin mengadakan pesta di malam Natal, namun bingung mencari tempatnya di mana. Terdengar simpel, namun terlihat sangat menarik di trailernya. Sayangnya itu tidak terjadi, dengan melibatkan begitu banyaknya karekter, film ini terlihat kewalahan untuk mengaitkan satu adegan dengan adegan lain.

Tiap perpindahan scene juga akan terkesan seperti kamu tiba-tiba menonton film yang berbeda, karena film ini juga tidak begitu menjelas apa hubungan antar satu karakter dengan karakter lainnya. Kamu baru akan mulai mengerti setidaknya 15 menit sebelum film berakhir.

Pemain Bintang Yang Kurang Dimaksimalkan

(newonnetflix.info)

Kalau diperhatikan dari jajaran casting yang terlibat, film ini harusnya bisa sukses besar, namun sepertinya akan cukup sulit. Beberapa nama terkenal yang ikut terlibat di film ini adalah Jacob Batalon yang sebelumnya terkenal dalam perannya sebagai Ned di film Spiderman Homecoming & Far From Home, kemudian ada juga Isabela Merced yang berperan sebagai Dora di film Dora and the Lost City of Gold, dan yang tidak kalah populer adalah Shameik Moore, yang tahun 2018 lalu ikut terlibat dalam fiilm Spider-Man: Into the Spider-Verse dan mengisi suara dari karakter Miles Morales.

(imdb.com)

Jika diperhatikan, dalam poster film ini bisa dilihat cukup banyak karakter yang terlibat, Sayangnya tidak ada satupun karakternya bisa diexplore secara mendalam. Kalau ditanya, satu-satunya daya tarik dalam film ini adalah adanya sosok sahabat Spider-Man. Namun, sayangnya kamu harus kecewa, karena Jacob Batalon tidak memiliki peran yang begitu signifikan di film ini. Inti dari konflik tiap karakter kurang lebih sama, tentang kisah cinta remaja yang super galau, selebihnya tidak ada yang menarik.

Karakter Pendukung Yang Terlalu Random

(refinery29.com)

Dalam film ini, beberapa karakter pendukung yang terlibat seperti tidak terlalu dipedulikan. Latar belakang yang tidak jelas, membuatnya aneh ketika tiba-tiba muncul dan mulai berdialog dengan karakter utama dan masuk dalam cerita. Selain dari membuang-buang waktu dan sekedar menambah durasi, sepertinya tidak ada hal signifikan lain yang penting.

Beberapa Adegan Mudah Ditebak

(polygon.com)

Selain memiliki alur cerita yang membingungkan, beberapa adegan juga tersekan kurang kreatif, sehingga membuatnya terlalu mudah ditebak kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak hanya terjadi satu atau dua kali, beberapa adegan pada tiap karakter juga punya pola yang sama, sehingga mengakibatkan film ini menjadi cukup membosankan.

Melibatkan Unsur Lesbian

(popsugar.co.uk)

Dengan begitu banyaknya hal yang mengecewakan dalam film ini, salah satu hal yang cukup mengagetkan adalah, adanya unsur lesbian. Terlepas dari negara Amerika yang sangat menjunjung tinggi HAM dan kebebasan tiap individu warganya, rasanya kurang pas jika hal itu harus masuk dalam film dengan tema Natal.

Menurut kamu gimana? semakin penasaran dengan film ini, atau malah jadi kurang tertarik? Buat kamu yang belum nonton trailnya, bisa langsung cek di bawah

Jefri Pranata
Instagram: @jefripranata1 Email: jefripranata9@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Membangun Kepercayaan (trust) ala Tri Rismaharini di Tengah Pandemi

Risma telah menunjukkan bagaimana seorang pemimpin perempuan di level daerah bisa berhasil menumbuhkan trust masyarakat di tengah pandemi.

Gaya Kepemimpinan Transformasional Edy Rahmayadi dalam Menghadapi COVID-19 di Kota Medan

Siapa yang tidak kenal dengan Edy Rahmayadi, beliau adalah Gubernur di Sumatera Utara dan merupakan seorang mantan Letnan Jenderal saat masih bekerja di bidang...

Menuju Smart ASN 2024: Meninjau Kesiapan Penerapan FWA di Kementerian PUPR

Wacana mengenai ASN yang dapat bekerja dari rumah dengan memanfaatkan teknologi atau Flexible Working Arrangement (FWA) yang saat ini lebih dikenal dengan Work From Home (WFH) telah disampaikan...

Recent Comments