Pendudukan Jepang di Indonesia (dulu Hindia-Belanda) selama 3,5 tahun menyisakan luka tragis. Tak hanya para pemuda, tentara Jepang bahkan melakukan banyak kekerasan terhadap perempuan-perempuan pribumi. Banyak penindasan dan perlakuan tidak senonoh terhadap mereka demi memuaskan hawa nafsu mereka.

Perempuan Pribumi Di Masa Pendudukan Jepang (hipwee.com)
Perempuan Pribumi Di Masa Pendudukan Jepang (hipwee.com)

Seperti kisah tragis Ibu Mulyati asal Klaten. Diambil dari buku “Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer” karya Pramoedya Ananta Toer, Ibu Mulyati di masa kecilnya dijanjikan dengan masa depan yang cerah oleh tentara Jepang. Ia diajak ke Jepang untuk memulai studinya di sana. Merupakan kesempatan yang luar biasa bagi pribumi non-bangsawan untuk merasakan sekolah di luar negeri saat itu. Seperti yang kita tahu bahwa hanya anak-anak bangsawan dan Eropa yang bisa merasakan nikmatnya sekolah. Tanpa pikir panjang, orang tuanya lantas mengizinkan anaknya untuk memulai studinya di Jepang demi masa depan yang lebih cerah.

Buku Non-fiksi "Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer" Karya Pramoedya Ananto Toer (kompasiana.com)
Buku Non-fiksi “Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer” Karya Pramoedya Ananto Toer (kompasiana.com)

Namun, banyak kecurigaan-kecurigaan yang timbul saat ia sampai di tujuan. Ia ditempatkan di sebuah daerah yang lingkungannya masih sama seperti di Hindia-Belanda (daerah Boven Digoel, Papua). Sawah dan hutan lebat menjadi ciri khas negeri tropis ini. Tapi ia tak mau dibuat heran lebih lama demi bersekolah. Ia ditempatkan di sebuah rumah kosong beserta perempuan-perempuan muda lainnya. Banyak jeritan dan tangisan di dalam rumah tersebut. Entah kekerasan apa yang diperlakukan oleh tentara Jepang sampai perempuan menjerit seperti itu. Semakin banyak kekhawatiran yang dihadapi ibu mulyati kecil ini.

Seorang Tentara Sedang Berinteraksi Dengan Perempuan (myrepro.wordpress.com)
Seorang Tentara Sedang Berinteraksi Dengan Perempuan (myrepro.wordpress.com)

Kecurigaanya terkuak saat ia digiring oleh seorang wanita Jepang menuju kamar. Tentara Jepang masuk dan berbuat kekerasan terhadapnya. Barulah ia tahu bahwa ia hanya dimanfaatkan oleh tentara Jepang sebagai Jugun Ianfu (wanita pemuas nafsu tentara Jepang) setelah letih berperang. Ia menangis meronta tidak tahu pada siapa harus meminta tolong. Orang tuanya jauh di sana. Banyak perempuan-perempuan pribumi seusianya yang mengalami nasib yang sama.

Jugun Ianfu, Wanita Pemuas Nafsu Tentara Jepang (duniaandromedaku.blogspot.com)
Jugun Ianfu, Wanita Pemuas Nafsu Tentara Jepang (duniaandromedaku.blogspot.com)

Selama bertahun-tahun ia terpaksa melakukan pekerjaan hina ini. Setelah Jepang menyerah, tentara Jepang tidak mengurus mereka lagi. Perempuan-perempuan muda ini tak punya arah harus ke mana. Mereka terpaksa mencari tempat tinggal di sekitar penduduk setempat yang mana banyak suku primitif berkeliaran di sana. Boven Digoel merupakan tempat pembuangan tahanan politik. Dearah tersebut masih sangat primitif. Mereka hidup dan sampai berkeluarga di sana dengan kehidupan yang tidak layak. Ibu Mulyati memiliki suami dari suku primitif dan harus melakukan sumpah setia pada suku tersebut dengan tidak meninggalkannya.

Salah Satu Suku Primitif Yang Ada Di Papua (bombastis.com)
Salah Satu Suku Primitif Yang Ada Di Papua (bombastis.com)

Banyak perempuan pribumi yang tertindas dan mengalami kekerasan fisik di Jaman pendudukan Jepang. Memang benar bahwa anekdot pendudukan Jepang selama 3,5 tahun sama kerasnya dengan pendudukan Belanda selama 350 tahun. Penyiksaan dan kekerasan fisik yang intensif menjadi makanan sehari-hari perempuan pribumi. Bahkan setelah Jepang menyerah mereka masih harus hidup sengsara di tengah kehidupan primitif di Boven Digoel. Hal ini menjadi pelajaran sejarah bagi kaum perempuan muda Indonesia masa kini untuk menunjukkan eksistensinya bahwa mereka, perempuan, tak bisa ditindas dengan cara apa pun dan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Enrile Fariz

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format